PDIP: Indonesia Kehilangan Intelektual yang Membumikan Pemikiran Bung Karno

membumikan pemikiran - ilustrasi berita PDIP: Indonesia Kehilangan Intelektual yang Membumikan Pemikiran Bung Karno
0 0
Read Time:2 Minute, 45 Second

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan duka mendalam atas wafatnya akademisi Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi Kusman, yang akrab disapa Mas Angga. Indonesia kehilangan intelektual yang membumikan pemikiran Bung Karno, demikian penilaian yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto.

membumikan pemikiran - ilustrasi berita PDIP: Indonesia Kehilangan Intelektual yang Membumikan Pemikiran Bung Karno

Kabar meninggalnya Airlangga Pribadi Kusman pada Rabu, 9 September 2026, memicu ungkapan belasungkawa dari berbagai pihak, salah satunya pihak PDIP yang menyoroti konsistensi intelektualitas almarhum dalam mengkaji isu-isu penting bangsa. Pernyataan resmi dari PDIP menegaskan posisi almarhum sebagai sosok yang tekun menelaah demokrasi, keadilan sosial, dan relasi ekonomi-politik.

PDIP Sampaikan Duka dan Penghargaan

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Airlangga. Dalam pernyataannya, Hasto memandang almarhum sebagai intelektual yang konsisten menggeluti persoalan demokrasi, keadilan sosial, dan ekonomi-politik. Penghargaan itu diberikan bukan hanya atas karya akademis, tetapi juga atas ketekunan almarhum menggali warisan pemikiran Bung Karno yang relevan bagi wacana kebangsaan kontemporer.

Profil Akademik dan Peran Publik

Airlangga Pribadi Kusman dikenal sebagai akademisi di lingkungan Universitas Airlangga. Julukan “Mas Angga” mencerminkan kedekatan personal yang dirasakan sejumlah kalangan terhadap almarhum. PDIP menyoroti perannya sebagai intelektual publik yang aktif mengkaji berbagai dimensi kehidupan bernegara, terutama isu-isu demokrasi dan keadilan sosial yang menjadi perhatian utama gagasan-gagasannya.

Membumikan Pemikiran Bung Karno dalam Kajian

Salah satu poin penting yang diangkat PDIP adalah bagaimana Airlangga menggali dan membumikan pemikiran Bung Karno. Menurut pernyataan yang disampaikan, almarhum tidak hanya menafsirkan warisan Bung Karno secara akademis, tetapi juga berupaya menjadikan pemikiran tersebut relevan dengan dinamika politik dan sosial ekonomi saat ini. Pendekatan semacam ini dianggap penting oleh PDIP karena membantu menjembatani tradisi pemikiran sejarah dengan kebutuhan aktual dalam perumusan kebijakan dan wacana publik.

Fokus Kajian: Demokrasi, Keadilan Sosial, dan Ekonomi-Politik

PDIP menegaskan bahwa Airlangga konsisten pada sejumlah tema kajian yang menjadi perhatian publik: demokrasi, keadilan sosial, serta hubungan antara ekonomi dan politik. Dalam penilaian partai, ketiga bidang tersebut merupakan inti dari kontribusi intelektual almarhum. Sebagai figur akademis, ia disebut berperan mengangkat perbincangan seputar bagaimana prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan dan dikembangkan dalam konteks Indonesia modern.

Kepergian Airlangga Pribadi Kusman meninggalkan ruang refleksi bagi komunitas akademik dan politik mengenai kelanjutan dialog intelektual yang selama ini dibangun. PDIP menilai bahwa kehilangan sosok seperti almarhum adalah kehilangan sumber gagasan yang membumi dan mampu mengaitkan pemikiran historis dengan tantangan kontemporer.

Pernyataan duka dari Hasto Kristiyanto sekaligus menjadi pengingat akan peran intelektual publik dalam membentuk wacana nasional. PDIP mengajak semua pihak untuk menghargai karya dan upaya intelektual seperti yang dilakukan almarhum, terutama dalam menjaga relevansi pemikiran-pemikiran besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Informasi resmi mengenai proses peringatan atau rencana pemakaman almarhum belum disampaikan secara rinci dalam pernyataan yang dikeluarkan PDIP. Namun, pesan utama yang ditinggalkan oleh partai adalah penghargaan atas dedikasi intelektual Airlangga Pribadi Kusman dan harapan agar warisan kajiannya terus menjadi bahan diskusi dan pengembangan kebijakan.

Dengan tutupnya salah satu lembar perjalanan intelektual ini, PDIP mengajak masyarakat untuk meneruskan dialog tentang demokrasi, keadilan sosial, dan relasi ekonomi-politik yang selama ini menjadi fokus almarhum. Penekanan pada upaya membumikan pemikiran-pemikiran besar, menurut partai, adalah warisan penting yang perlu dipertahankan demi kemajuan wacana kebangsaan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %