Polri mengerahkan 300 personel Brigade Mobil (Brimob) dari Kalimantan Timur dan Bali untuk memperkuat upaya penanganan Karhutla Kalbar. Pengiriman personel ini dilakukan sebagai respons atas kebutuhan penguatan sumber daya dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat.

Pemberangkatan sebagian pasukan berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026, dengan sejumlah pasukan yang ditempatkan di bawah kendali operasi (BKO) ke wilayah hukum Polda Kalimantan Barat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya terpadu untuk meredam dan menanggulangi kebakaran yang terjadi.
Karhutla Kalbar dalam Sorotan Publik
Dari total 300 personel yang dikerahkan, disebutkan secara khusus 190 personel berasal dari Pasukan Brimob II Korbrimob Polri di Kalimantan Timur. Personel tersebut diberangkatkan dengan status BKO untuk membantu operasi penanganan karhutla di wilayah hukum Polda Kalimantan Barat.
Selain personel dari Kalimantan Timur, Polri juga mengerahkan pasukan dari Bali untuk memperkuat upaya yang sudah berjalan. Seluruh pasukan yang dikirim akan bergabung dalam satu struktur komando operasi di lapangan agar penanganan kebakaran dapat berlangsung lebih sinkron dan terkoordinasi.
Integrasi ke Satgas Operasi Aman Nusa II
Pasukan Brimob yang diberangkatkan akan menjadi bagian dari Satgas Operasi Aman Nusa II Penanganan Karhutla. Bergabungnya personel dari luar wilayah diharapkan mampu menambah kapasitas operasional satgas dalam melakukan pemadaman, pengamanan titik api, serta mendukung tugas-tugas lain yang telah diinstruksikan oleh aparat penegak hukum dan satuan tugas setempat.
Penempatan pasukan dengan status BKO menunjukkan mekanisme kerja lintas wilayah antara korps Brimob dan Polda setempat, sehingga komando dan kendali operasional dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Mekanisme ini juga mempermudah koordinasi antarinstansi ketika terjadi eskalasi kejadian kebakaran unggun atau penyebaran titik api yang cepat.
Tujuan Penguatan Personel
Tujuan utama pengiriman pasukan adalah untuk memperkuat kapasitas penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. Dengan tambahan personel, diharapkan upaya pemadaman dan pencegahan dapat ditingkatkan, termasuk pengawasan terhadap potensi titik api yang dapat berkembang menjadi kebakaran luas.
Penguatan personel ini juga menjadi langkah strategis untuk memastikan respons cepat terhadap kejadian kebakaran di wilayah yang lapangannya bervariasi, sehingga kebutuhan tenaga dan keahlian tambahan dapat dipenuhi tanpa mengorbankan keamanan dan keselamatan personel di lapangan.
Koordinasi dan Mobilitas Operasional
Pemberangkatan personel dilaksanakan dengan memperhatikan kebutuhan operasional dan penempatan di area prioritas. Personel Brimob yang dikirim dalam status BKO akan menyesuaikan tugas dan perintah sesuai arahan komando di wilayah penerima untuk mencapai efektivitas penanggulangan karhutla.
Dalam kondisi seperti ini, mobilitas dan fleksibilitas pasukan menjadi faktor penting. Integrasi antara unsur Brimob yang datang dan tim lokal diharapkan dapat mempercepat penanganan titik api, memperkuat patroli, serta mendukung kegiatan mitigasi lainnya yang diperlukan.
Penanganan Lanjutan dan Dukungan
Selain penugasan personel, kelancaran operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan dukungan logistik, koordinasi antarinstansi, dan pemantauan situasi secara berkelanjutan. Bergabungnya pasukan Brimob dari Kalimantan Timur dan Bali ke dalam Satgas Operasi Aman Nusa II merupakan bagian dari penambahan sumber daya yang diarahkan untuk tujuan tersebut.
Langkah pengiriman pasukan ini diharapkan bisa memberikan kontribusi nyata dalam menekan penyebaran kebakaran dan mempercepat pemulihan kondisi di wilayah terdampak. Penempatan status BKO juga memudahkan penyusunan strategi penanganan bersama antara pasukan yang datang dan otoritas setempat.
Polri akan tetap memantau perkembangan situasi dan menyesuaikan penugasan sesuai kebutuhan di lapangan. Dengan dukungan personel dari luar daerah, diharapkan respons terhadap Karhutla Kalbar dapat berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi hingga kondisi kembali kondusif.
