Pramuka Kediri tampil dalam apel akbar yang dihadiri oleh 10.000 anggota di Stadion Brawijaya. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan para pelajar untuk menegaskan peran generasi muda dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati—yang akrab disapa Mbak Wali—mengajak seluruh anggota Pramuka untuk menjadi penggerak ketahanan pangan, sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045.
Pramuka Kediri di Stadion Brawijaya
Apel akbar yang digelar di Stadion Brawijaya dipenuhi oleh ribuan anggota Pramuka dari berbagai tingkatan. Kehadiran 10.000 peserta menandai skala besar acara ini, yang diselenggarakan untuk mempererat solidaritas, meningkatkan semangat kebangsaan, dan menegaskan keterlibatan kaum muda dalam isu-isu strategis nasional seperti ketahanan pangan.
Stadion yang menjadi lokasi apel menjadi saksi kumpulnya pelajar dan pembina Pramuka, yang datang untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang menitikberatkan pada nilai kebersamaan dan penguatan kapasitas generasi muda. Suasana apel akbar menggambarkan antusiasme tinggi para peserta terhadap pesan-pesan yang disampaikan oleh pimpinan daerah.
Pesan Wali Kota untuk Generasi Muda
Wali Kota Vinanda Prameswati meminta agar Pramuka tidak hanya menjadi organisasi yang mengajarkan kedisiplinan dan kerja sama, tetapi juga berperan aktif dalam isu ketahanan pangan. Seruan itu ditempatkan dalam konteks persiapan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, di mana generasi muda dipandang sebagai aktor penting dalam pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: Bambang Patijaya: Groundbreaking Blok Masela Bukti Komitmen Prabowo Mempercepat Proyek Strategis
Ajakan agar Pramuka menjadi penggerak ketahanan pangan menekankan pentingnya kesadaran kolektif terhadap kesinambungan pasokan pangan dan ketahanan lokal. Melalui peran aktif kelompok pemuda, upaya membangun budaya ketahanan pangan di masyarakat menjadi salah satu langkah yang diharapkan dapat dimulai dari tingkat akar rumput.
Makna Ketahanan Pangan bagi Masa Depan
Ketahanan pangan menjadi salah satu isu sentral yang mendapat sorotan dalam apel tersebut. Dengan menempatkan perhatian pada ketahanan pangan, pesan yang disampaikan bertujuan mendorong pemahaman bahwa ketersediaan, akses, dan keberlanjutan pangan merupakan tanggung jawab bersama, termasuk generasi muda.
Peran Pramuka sebagai gerakan kepanduan yang memiliki jejaring luas di lingkungan sekolah dan komunitas dianggap strategis untuk menyebarkan pengetahuan dasar tentang pentingnya ketahanan pangan, meningkatkan kepedulian lingkungan, serta menumbuhkan sikap gotong royong dalam menghadapi tantangan bersama.
Langkah Ke Depan dan Harapan
Apel akbar ini menjadi ajang untuk menanamkan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah dan generasi muda. Harapan terhadap kontribusi aktif anggota Pramuka menjadi penekanan penting, di mana keterlibatan mereka diharapkan tidak berhenti pada momen seremonial, melainkan berlanjut pada tindakan nyata di lingkungan masing-masing.
Wali Kota dan penyelenggara acara menempatkan generasi muda sebagai ujung tombak untuk memperkuat ketahanan pangan lokal. Dengan semangat yang sama, apel akbar ini dimaknai sebagai panggilan untuk menguatkan komitmen bersama demi masa depan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan pada apel akbar juga menjadi peluang bagi peserta untuk saling bertukar pengalaman dan memperkuat jaringan. Momentum ini diharapkan mendorong munculnya inisiatif-inisiatif kecil di tingkat komunitas yang mendukung ketahanan pangan, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif tentang tanggung jawab terhadap masa depan pangan bangsa.
