Duta Besar Indonesia untuk Vietnam, Adam Mulawarman Tugio, menyatakan komitmennya untuk mewujudkan Prabowonomics di Vietnam melalui penguatan peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan perdagangan bilateral, serta upaya menarik lebih banyak investasi. Pernyataan itu disampaikan pada Sabtu (27/7/2026) sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan ekonomi kedua negara.

Menurut Adam Tugio, hubungan historis antara Indonesia dan Vietnam menjadi modal penting dalam mendorong kerja sama ekonomi yang lebih intensif. Warisan persahabatan antara tokoh-tokoh kemerdekaan kedua negara disebutnya sebagai fondasi yang mendasari langkah-langkah peningkatan keterhubungan perdagangan dan investasi saat ini.
Warisan Persahabatan Indonesia–Vietnam
Historis kedua negara dipandang sebagai pijakan untuk memperkuat hubungan bilateral di bidang ekonomi. Adam Tugio menegaskan bahwa nilai-nilai solidaritas dan penghormatan yang terbangun sejak era para pendiri negara dapat dimanfaatkan untuk membuka ruang kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan. Ia menyebut bahwa memory kolektif tentang dukungan satu sama lain harus diterjemahkan ke dalam kebijakan nyata yang menguntungkan pelaku usaha di kedua negara.
Implementasi Prabowonomics di Vietnam
Dalam konteks diplomasi ekonomi, Prabowonomics di Vietnam dirancang untuk mempercepat konektivitas pasar dan memperbesar peran UMKM dalam rantai nilai kedua negara. Adam Tugio menyoroti pentingnya menciptakan iklim yang kondusif bagi pelaku usaha kecil dan menengah, termasuk akses pasar, pembinaan kapasitas, dan peluang kolaborasi lintas negara. Pendekatan ini diharapkan mampu mengangkat kemampuan produksi UMKM sehingga dapat bersaing di pasar Vietnam sekaligus membuka ruang bagi produk Vietnam di pasar Indonesia.
Peluang untuk UMKM dan Perdagangan Bilateral
Pengembangan pasar UMKM menjadi salah satu fokus utama yang disebutkan oleh Dubes. Ia menilai bahwa UMKM memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekspor. Oleh karena itu, strategi peningkatan perdagangan bilateral diarahkan tidak hanya pada barang komoditas besar, tetapi juga pada produk-produk unggulan dari pelaku usaha kecil yang memiliki nilai tambah dan keunikan tersendiri.
Lebih lanjut, Adam Tugio menekankan pentingnya memfasilitasi akses informasi dan jaringan bisnis bagi UMKM. Menurutnya, kolaborasi institusional antara pemerintah, asosiasi bisnis, dan sektor swasta perlu diperkuat untuk memastikan produk UMKM mampu menembus pasar ekspor dan memenuhi standar internasional.
Dorongan Investasi dan Langkah Diplomasi Ekonomi
Sebagai bagian dari upaya menarik investasi, Dubes Adam menyatakan akan mengintensifkan pendekatan diplomasi ekonomi yang pragmatis. Ia berupaya mempromosikan peluang investasi yang saling menguntungkan dan menciptakan sinergi antara investor Indonesia dan Vietnam. Pendekatan tersebut meliputi peningkatan dialog bisnis, identifikasi sektor prioritas, serta penguatan kemitraan yang dapat membuka akses teknologi dan modal bagi pelaku usaha kedua negara.
Adam Tugio juga menyoroti peran perjanjian perdagangan dan mekanisme kerja sama lintas-border sebagai instrumen penting untuk memperlancar arus barang dan jasa. Ia mengajak pihak terkait untuk memanfaatkan momentum hubungan historis ini demi memperkuat jaringan ekonomi yang berorientasi pada pertumbuhan inklusif.
Harapan dan Tantangan Ke Depan
Meski optimistis, Dubes mengakui bahwa tantangan tetap ada, terutama terkait persaingan pasar, standar kualitas, dan kebutuhan pembiayaan bagi UMKM. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan harus komprehensif, mencakup pembinaan kapasitas, peningkatan kualitas produk, serta skema pembiayaan yang memadai. Ia berharap upaya kolaboratif antara kedua negara dapat mengatasi hambatan tersebut dan membuka peluang baru bagi pelaku usaha.
Dengan memanfaatkan ikatan historis dan memperkuat kerja sama ekonomi, Indonesia dan Vietnam berpeluang meningkatkan nilai perdagangan bilateral serta mewujudkan manfaat nyata bagi UMKM dan investor. Langkah-langkah konkret yang dirancang sebagai bagian dari Prabowonomics di Vietnam diharapkan memberi kontribusi pada perkembangan hubungan kedua negara ke depan.
