retconomynow.com – Bagi para pencinta kafein, aroma kopi sering kali menjadi hal yang paling mereka rindukan saat waktu berbuka tiba. Banyak orang merasa ingin segera meneguk segelas kopi hitam guna mengusir rasa kantuk dan lemas. Namun, kebiasaan langsung ngopi saat buka puasa ternyata menyimpan risiko kesehatan yang cukup serius bagi pencernaan. Dokter mengingatkan bahwa kondisi perut yang kosong sangat sensitif terhadap asupan zat asam dan kafein yang tinggi. Oleh karena itu, Anda harus mengikuti aturan tertentu agar hobi minum kopi tidak merusak kesehatan lambung. Hasilnya, Anda tetap bisa menikmati kopi kesayangan tanpa rasa perih atau mual yang mengganggu.
Risiko Minum Kopi dalam Kondisi Perut Kosong
Kafein memiliki sifat stimulan yang dapat memicu peningkatan produksi asam lambung secara mendadak di dalam perut. Sebab, dinding lambung yang belum terisi makanan akan langsung terpapar oleh tingkat keasaman kopi yang sangat pekat. Oleh sebab itu, langsung ngopi saat buka puasa bisa menyebabkan gejala maag atau GERD kambuh seketika. Anda mungkin akan merasakan sensasi terbakar pada bagian dada atau ulu hati sesaat setelah meminumnya. Kemudian, sifat diuretik pada kopi juga berisiko mempercepat pembuangan cairan tubuh melalui urine. Selain itu, tubuh yang sedang dehidrasi memerlukan air mineral terlebih dahulu daripada zat stimulan seperti kafein. Jadi, berikanlah jeda waktu bagi lambung Anda untuk beradaptasi dengan asupan nutrisi yang lain.
Saran Dokter Mengenai Urutan Berbuka yang Benar
Dokter menyarankan agar Anda mengonsumsi air putih dan makanan ringan terlebih dahulu guna membatalkan puasa. Oleh karena itu, mulailah dengan buah kurma atau camilan manis yang sehat untuk menaikkan kadar gula darah. Sebab, makanan pembuka ini akan membentuk lapisan pelindung di dinding lambung sebelum Anda memasukkan kafein. Setelah perut terasa nyaman dan terisi, barulah Anda boleh mulai memikirkan agenda ngopi saat buka puasa. Maka dari itu, waktu terbaik untuk meminum kopi adalah sekitar 30 hingga 60 menit setelah makan besar. Tentu saja, langkah ini bertujuan guna meminimalisir iritasi pada sistem pencernaan Anda yang sedang beristirahat.
Pilihlah Jenis Kopi yang Rendah Kadar Asam
Selain mengatur waktu, pemilihan jenis biji kopi juga sangat memengaruhi tingkat kenyamanan perut Anda saat berbuka. Sebab, beberapa jenis kopi memiliki tingkat keasaman yang jauh lebih rendah daripada jenis kopi instan biasa. Oleh sebab itu, cobalah untuk memilih kopi jenis Arabika atau teknik penyeduhan cold brew yang lebih lembut. Kemudian, Anda juga bisa menambahkan sedikit susu guna menetralkan sifat asam yang ada di dalam kopi. Selain itu, hindarilah menambahkan gula pasir secara berlebihan agar tidak memicu lonjakan insulin secara tiba-tiba. Tentu saja, moderasi atau pembatasan jumlah gelas yang Anda minum tetap menjadi kunci paling utama. Jadi, kesehatan tubuh harus tetap menjadi prioritas di atas keinginan lidah semata.
Tips Tambahan Agar Tubuh Tetap Segar Selama Ramadan
Pastikan Anda tetap memenuhi kebutuhan asupan air putih minimal delapan gelas antara waktu berbuka hingga sahur. Sebab, kopi tidak bisa menggantikan fungsi air mineral dalam menjaga hidrasi sel-sel tubuh manusia secara maksimal. Kemudian, perhatikanlah reaksi tubuh Anda setiap kali selesai melakukan aktivitas ngopi saat buka puasa. Oleh karena itu, segera hentikan konsumsi jika Anda mulai merasa gemetar atau jantung berdebar secara tidak teratur. Selain itu, istirahat yang cukup juga sangat membantu pemulihan energi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kafein. Jadi, nikmatilah kopi Anda dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab terhadap kesehatan diri sendiri.
