Efek Sahur Pakai Susu: Bikin Awet Kenyang atau Malah Sakit Perut?

Efek Sahur Pakai Susu
0 0
Read Time:2 Minute, 45 Second

retconomynow.com – Banyak masyarakat sering kali menambahkan segelas susu ke dalam menu sahur mereka guna menjaga stamina selama berpuasa. Namun, muncul perdebatan mengenai apakah kebiasaan ini benar-benar bermanfaat atau justru menimbulkan masalah pencernaan. Mengetahui efek sahur pakai susu secara mendalam sangat penting agar ibadah puasa Anda berjalan dengan sangat lancar. Susu mengandung berbagai nutrisi penting seperti kalsium, protein, dan vitamin yang sangat tubuh butuhkan. Oleh karena itu, pemilihan jenis susu yang tepat harus menyesuaikan dengan kondisi kesehatan lambung masing-masing individu. Hasilnya, Anda bisa mendapatkan energi tambahan tanpa harus merasakan ketidaknyamanan pada perut di siang hari.

Kandungan Protein yang Membantu Rasa Kenyang Lama

Susu memiliki kandungan protein kasein yang sangat tinggi dan bersifat lambat serap oleh sistem pencernaan manusia. Sebab, protein ini akan membentuk tekstur seperti gel di dalam lambung sehingga proses pengosongan perut menjadi lebih lambat. Oleh sebab itu, salah satu efek sahur pakai susu yang paling terasa adalah munculnya rasa kenyang yang lebih bertahan lama. Kondisi ini tentu sangat membantu para pekerja lapangan yang membutuhkan energi stabil sepanjang hari tanpa asupan makanan. Kemudian, asupan cairan dari susu juga berkontribusi dalam menjaga hidrasi tubuh agar tidak mudah lemas saat cuaca terik. Jadi, mengonsumsi susu saat sahur dapat menjadi strategi nutrisi yang sangat cerdas bagi orang dengan aktivitas fisik tinggi.

Risiko Sakit Perut bagi Penderita Intoleransi Laktosa

Meskipun bermanfaat, tidak semua orang bisa menikmati manfaat cairan putih ini dengan cara yang sama. Oleh karena itu, bagi sebagian individu, efek sahur pakai susu justru bisa memicu rasa begah, kembung, hingga diare. Sebab, tubuh mereka kekurangan enzim laktase yang berfungsi guna memecah gula alami atau laktosa di dalam susu. Masalah pencernaan ini tentu akan sangat mengganggu kenyamanan ibadah puasa Anda sejak pagi hari. Maka dari itu, penderita intoleransi laktosa sebaiknya beralih ke pilihan susu nabati seperti susu kedelai atau susu almon. Tentu saja, mengenal respon tubuh sendiri terhadap produk susu adalah kunci utama guna menghindari drama sakit perut saat berpuasa.

Tips Aman Mengonsumsi Susu Saat Sahur

Para ahli gizi menyarankan agar Anda tidak mengonsumsi susu dalam keadaan perut benar-benar kosong di awal sahur. Sebab, suhu susu yang terlalu dingin atau kandungan lemak yang tinggi dapat memicu kontraksi lambung yang sangat tiba-tiba. Oleh sebab itu, mulailah makan dengan menu utama yang seimbang terlebih dahulu sebelum mengakhiri sahur dengan segelas susu hangat. Pilihlah jenis susu rendah lemak jika Anda sedang menjalankan program diet selama bulan suci Ramadan ini. Kemudian, hindari menambahkan gula tambahan secara berlebihan agar kadar gula darah tetap stabil dan tidak cepat merasa lapar. Selain itu, pastikan Anda tetap meminum air putih yang cukup guna membantu proses metabolisme protein dari susu tersebut.

Harapan untuk Pola Makan Sahur yang Berkualitas

Keseimbangan nutrisi saat waktu sahur merupakan fondasi utama bagi kesehatan fisik selama satu bulan penuh. Sebab, tubuh memerlukan cadangan energi yang sangat efisien guna menjalankan fungsi organ secara normal tanpa asupan nutrisi di siang hari. Kemudian, edukasi mengenai efek sahur pakai susu perlu terus kita sebarkan agar masyarakat tidak salah dalam menyusun menu harian. Oleh karena itu, konsultasi dengan ahli gizi sangat petugas sarankan bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan pencernaan kronis. Selain itu, variasi menu sehat lainnya seperti sayuran dan buah-buahan harus tetap menjadi pendamping utama bagi segelas susu Anda. Jadi, mari kita jaga kesehatan pencernaan dengan pola makan yang bijak dan sangat bertanggung jawab selama bulan Ramadan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %