retconomynow.com – Kasus perundungan masih menjadi masalah serius di tengah masyarakat. Sebab, tindakan ini meninggalkan luka batin yang sangat dalam. Namun, banyak orang menganggap remeh luka psikis tersebut. Padahal, dampak bullying jangka panjang bisa merusak masa depan seseorang. Rasa trauma tersebut sering kali bertahan hingga usia dewasa. Oleh karena itu, kita harus waspada terhadap perubahan perilaku korban. Hasilnya, penanganan yang cepat dapat mencegah kerusakan mental yang lebih parah.
Luka Batin yang Bertahan Lama
Perundungan tidak hanya menyakiti fisik, tetapi juga menyerang mental. Sebab, kata-kata kasar dapat menghancurkan rasa percaya diri seseorang. Oleh sebab itu, korban sering merasa rendah diri secara terus-menerus. Kemudian, mereka cenderung menarik diri dari lingkungan sosial. Maka dari itu, gejala depresi mulai muncul secara perlahan. Selain itu, gangguan kecemasan sering menghantui keseharian mereka. Tentu saja, hal ini sangat mengganggu kualitas hidup korban.
Tanda Anda Membutuhkan Bantuan Profesional
Banyak korban mencoba memendam perasaan mereka sendiri. Namun, tidak semua beban mental bisa manusia tanggung sendirian. Oleh karena itu, pahami kapan saatnya menemui psikolog. Sebab, dampak bullying jangka panjang bisa memicu pikiran negatif yang ekstrem. Jika Anda sulit tidur dan selalu merasa takut, segera cari bantuan. Selain itu, perasaan sedih yang tidak kunjung hilang adalah tanda bahaya. Jadi, konsultasi medis adalah langkah cerdas untuk pemulihan.
Proses Pemulihan Trauma yang Efektif
Memulihkan kesehatan mental memerlukan waktu dan kesabaran ekstra. Sebab, setiap orang memiliki kecepatan pulih yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, dukungan dari keluarga sangatlah krusial. Kemudian, terapi perilaku kognitif sering menjadi pilihan para ahli. Selain itu, bergabung dengan komunitas penyintas juga sangat membantu. Maka dari itu, Anda tidak perlu merasa sendirian dalam berjuang. Tentu saja, masa depan yang cerah masih bisa Anda raih kembali.
Tips Membangun Ketahanan Mental Kembali
Mulailah dengan memaafkan diri sendiri atas kejadian di masa lalu. Sebab, Anda adalah korban dan bukan penyebab masalah tersebut. Kemudian, fokuslah pada hobi yang membuat Anda merasa bahagia. Oleh karena itu, energi positif akan mulai mengalir kembali. Selain itu, batasi interaksi dengan orang-orang yang beracun (toxic). Jadi, menjaga kesehatan mental adalah prioritas utama hidup Anda.
