AMSI Jatim menggelar Seminar Nasional dan Rapat Kerja (Raker) di kantor Kominfo Jawa Timur, Surabaya, yang bertujuan membedah masa depan ekonomi digital dan peran kecerdasan buatan dalam dunia media. Acara ini melibatkan platform e-commerce Shopee serta sejumlah tokoh media nasional, menandai upaya kolaboratif untuk merespons perubahan cepat di ekosistem informasi dan bisnis digital.

Pelaksanaan seminar dan raker tersebut menjadi wadah bagi pelaku media, pelaku usaha digital, serta pemangku kepentingan terkait untuk saling bertukar pandangan mengenai tantangan dan peluang yang muncul akibat penetrasi teknologi baru. Fokus utama kegiatan adalah bagaimana media dapat beradaptasi sekaligus menjaga kualitas jurnalistik di era kecerdasan buatan.
Peran AMSI Jatim dalam mengawal transformasi media
Sebagai penyelenggara, AMSI Jatim menempatkan agenda mengenai transformasi media sebagai prioritas. Langkah penyelenggaraan seminar dan raker ini menunjukkan perhatian organisasi terhadap dinamika ekonomi digital yang memengaruhi model bisnis media serta distribusi konten. Diskusi yang digelar diarahkan untuk menggali strategi adaptasi dan koordinasi antaranggota agar media lokal dapat tetap relevan dan berdaya saing.
Kolaborasi dengan platform dan tokoh media
Keterlibatan Shopee dan tokoh media nasional menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan tersebut. Kehadiran platform teknologi dan pelaku industri media membuka ruang dialog antara sisi bisnis digital dan praktik jurnalistik. Bentuk kolaborasi yang dibahas di level seminar dan raker diharapkan memperkuat sinergi antara penyedia platform, pengambil kebijakan, dan insan pers dalam menghadapi pergeseran perilaku konsumen dan model pendapatan di ranah digital.
Isu utama: ekonomi digital dan kecerdasan buatan
Topik ekonomi digital dan kecerdasan buatan menjadi inti pembahasan karena keduanya menentukan arah transformasi sektor media dan ekonomi kreatif. Dalam konteks ini, diskusi menyoroti implikasi adopsi teknologi seperti automasi, algoritme distribusi konten, serta penggunaan alat berbasis AI untuk produksi dan kurasi berita. Pembahasan diarahkan pada upaya memahami dampak teknologi terhadap kualitas informasi, model pendapatan, dan struktur organisasi media.
Tantangan regulasi dan etika
Sementara pemanfaatan teknologi membuka peluang, pertemuan tersebut juga menyoroti rentetan tantangan yang harus dihadapi. Isu regulasi, perlindungan data, serta etika penggunaan kecerdasan buatan dalam praktik jurnalistik menjadi perhatian bersama. Para peserta menilai pentingnya kerangka aturan yang jelas dan mekanisme pengawasan agar pemanfaatan teknologi tidak mengorbankan akurasi, verifikasi, dan independensi media.
Dalam suasana raker, anggota organisasi dan pihak terkait didorong untuk menyelaraskan visi serta menyusun langkah-langkah kerja yang praktis. Rapat kerja dirancang untuk membahas prioritas program, kebutuhan kapasitas, serta bentuk dukungan yang diperlukan agar media regional mampu bertahan dan berkembang di tengah kompetisi platform digital yang semakin intensif.
Partisipasi berbagai pihak, termasuk pelaku e-commerce dan tokoh media, menegaskan pentingnya pendekatan lintas sektor. Kolaborasi semacam ini dipandang sebagai salah satu jalan untuk menciptakan ekosistem yang lebih inklusif, di mana media dapat bersaing secara sehat sambil memanfaatkan inovasi teknologi untuk memperkuat fungsi informasi dan edukasi publik.
Penyelenggaraan Seminar Nasional dan Raker oleh AMSI Jatim di Kominfo Jatim Surabaya menjadi momentum untuk mengevaluasi posisi media dalam peta ekonomi digital yang terus berubah. Dengan melibatkan pelaku industri dan pemangku kepentingan, forum ini bertujuan memetakan langkah strategis yang diperlukan guna menghadapi era kecerdasan buatan tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip jurnalistik dan kepentingan publik.
