Korban Bencana Sumatera: Total 442 Orang Meninggal, Sumatera Utara Terparah

Korban Bencana Sumatera
0 0
Read Time:3 Minute, 16 Second

Retconomynow.comJakarta, 30 November 2025Korban Bencana Sumatera, Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera—Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh—terus menunjukkan dampak yang menghancurkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru. Data ini mencatat total 442 warga meninggal dunia. Selain itu, 402 orang masih dinyatakan hilang hingga Minggu (30/11/2025). Skala bencana ini menuntut respons nasional yang terkoordinasi dan cepat.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan data tragis tersebut dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring Minggu malam. Data ini merupakan akumulasi dampak dari tiga provinsi yang terdampak paling parah. Oleh karena itu, penanganan dan pencarian korban menjadi fokus utama tim gabungan.

Sumatera Utara: Daerah dengan Angka Korban Meninggal Tertinggi

Di antara tiga provinsi yang terdampak, Sumatera Utara (Sumut) menjadi daerah yang mencatat jumlah korban meninggal terbanyak. Suharyanto melaporkan bahwa Sumut mencatat 217 jiwa meninggal dunia. Bahkan, 209 orang masih dinyatakan hilang.

“Jadi, korban jiwa untuk Sumatera Utara 217 jiwa ya, yang meninggal dunia. Kemudian 209 yang masih hilang,” kata Suharyanto.

Korban jiwa banyak ditemukan di Kabupaten Tapanuli Selatan. Operasi pencarian dan pertolongan di wilayah ini terus dilakukan secara intensif. Pengerahan alat berat dan tim SAR khusus sangat diperlukan di Tapanuli Selatan karena medan yang sulit dan kerentanan longsor. Jelasnya, tingginya angka hilang ini mengindikasikan bahwa banyak korban tertimbun material longsor atau hanyut terseret arus banjir bandang. Upaya pencarian di Sumut kini menjadi titik krusial penanganan Korban Bencana Sumatera.

Lonjakan Pengungsi dan Manajemen Titik Penampungan

Jumlah pengungsi di seluruh wilayah terdampak juga mengalami lonjakan signifikan. Warga mulai berpindah dari pengungsian mandiri ke pengungsian resmi seiring fasilitas yang pemerintah sediakan semakin memadai. Pengungsi mandiri adalah warga yang mencari perlindungan di rumah kerabat atau bangunan terdekat.

“Jadi, masyarakat yang tadinya mengungsi mandiri ini masuk ke titik-titik pengungsian. Sehingga jumlah pengungsi ini juga bertambah,” kata Suharyanto. Peningkatan jumlah di posko resmi memerlukan manajemen logistik yang lebih terstruktur. Pemerintah daerah harus memastikan setiap posko menyediakan kebutuhan dasar yang layak. Kebutuhan dasar ini mencakup makanan, air bersih, sanitasi, dan layanan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Kondisi di Aceh dan Sumatera Barat: Mulai Pulih Tapi Korban Bertambah

Di Aceh, Suharyanto melaporkan Korban Bencana Sumatera bertambah menjadi 96 jiwa. Sebanyak 75 orang masih dinyatakan hilang. Korban tersebut tersebar di 11 kabupaten/kota dari total 18 kabupaten/kota yang terdampak bencana di provinsi tersebut. Kabupaten/kota yang terdampak ini memerlukan perhatian ekstra dalam hal distribusi logistik.

Suharyanto juga memastikan Kota Langsa, yang sebelumnya menjadi sorotan, kini sudah dapat diakses. “Dan ternyata di sana tidak ada korban jiwa ya. Jadi artinya mudah-mudahan ini berita yang baik ya,” ucap dia. Pemulihan akses ke Langsa memberikan harapan positif di tengah kabar duka.

  • Sumatera Barat (Sumbar): Kondisi di provinsi ini mulai berangsur pulih. Suharyanto menyampaikan, “Jadi, Sumatera Barat itu dibandingkan Sumatera Utara dan Aceh, sekarang sudah lebih pulih, sudah lebih pulih di hari ketiga ini. Apalagi sekarang sudah tidak ada hujan ya,” jelas Suharyanto. Pengungsi di beberapa wilayah Sumbar bahkan telah mulai kembali ke rumah pada siang hari untuk melakukan pembersihan.
  • Titik Terparah Sumbar: Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak di Sumbar, yakni 87 warga meninggal dan 76 warga masih hilang. Tingginya angka korban di Agam menunjukkan dampak parah longsor di kawasan perbukitan.

Upaya Pencarian dan Logistik Multi-Skema

Suharyanto menegaskan bahwa proses pencarian dan pertolongan masih berlangsung di seluruh daerah terdampak. Tim SAR gabungan, yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan, bekerja tanpa henti di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. Oleh karena itu, distribusi logistik juga terus dilakukan dengan berbagai skema, termasuk pengiriman melalui jalur udara, seperti yang telah BNPB lakukan sebelumnya.

Upaya membuka akses transportasi darat yang masih terputus juga menjadi prioritas. Pembukaan akses darat sangat penting untuk pengiriman bantuan skala besar dan pemulihan ekonomi lokal. Maka dari itu, pengerahan alat berat dan pembangunan jembatan sementara harus dilakukan dengan cepat. Sinergi antar kementerian dan lembaga menjadi kunci untuk memastikan Korban Bencana Sumatera mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %