Menteri Luar Negeri Sugiono menyerukan penguatan kerja sama ASEAN–Rusia dalam ketahanan pangan dan energi saat mewakili Presiden Prabowo Subianto pada Konferensi Tingkat Tinggi Peringatan 35 Tahun Kemitraan ASEAN-Rusia di Kazan, Rusia, Kamis (18/6/2026). Sugiono menyampaikan pidato di hadapan Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan para delegasi yang hadir, menekankan pentingnya kerja sama bilateral dan regional untuk menghadapi tantangan bersama.

Dalam pidatonya, Sugiono menegaskan bahwa ketahanan pangan dan energi tidak lagi dapat dilihat sebagai persoalan satu negara atau satu kawasan semata. Ia mengingatkan bahwa solusi efektif memerlukan pendekatan bersama yang melibatkan penguatan rantai pasok dan kemitraan strategis antarnegara.
Ketahanan Pangan dan Energi sebagai Prioritas Bersama
Sugiono menempatkan ketahanan pangan dan energi sebagai prioritas yang membutuhkan tindakan kolektif. Menurutnya, gangguan pada pasokan pangan dan energi dapat berdampak luas dan lintas batas, sehingga perlu ada koordinasi kebijakan dan sinergi investasi agar ketersediaan dan akses dapat terjaga untuk seluruh masyarakat.
Pesan terhadap Rantai Pasok dan Krisis Global
Dalam pidatonya, Sugiono menyinggung bahwa rantai pasok serta krisis pangan dan energi tidak lagi menjadi persoalan satu negara atau satu kawasan semata. Pernyataan itu mencerminkan kekhawatiran akan dinamika global yang mempengaruhi stabilitas pasokan dan harga komoditas strategis. Sugiono menekankan perlunya memperkuat ketahanan kolektif lewat kerja sama yang konkret di sektor-sektor terkait.
Peran Kemitraan ASEAN-Rusia Menurut Sugiono
Sugiono menyampaikan bahwa ketahanan regional diperkuat oleh kualitas kemitraan antarnegara. Dalam pidatonya ia mengutip, “Ketahanan kita diperkuat oleh kualitas kemitraan yang kita …” untuk menggarisbawahi pentingnya saling percaya, keterbukaan, dan komitmen bersama dalam membangun solusi jangka panjang. Pernyataan ini menegaskan orientasi Indonesia pada dialog dan tindakan kolaboratif di forum multilateral seperti KTT tersebut.
Dengan posisi sebagai wakil Presiden, Sugiono membawa pesan bahwa Indonesia mendukung pengembangan mekanisme kerja sama yang lebih terintegrasi antara ASEAN dan Rusia, khususnya pada bidang-bidang yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, yakni pangan dan energi. Ia mengajak mitra untuk mengeksplorasi langkah-langkah praktis, termasuk peningkatan kapasitas produksi, keamanan pasokan, serta kerja sama teknologi dan investasi.
Harapan untuk Langkah Konkret Pasca-KTT
Sugiono mengakhiri pidatonya dengan harapan bahwa pertemuan ini dapat membuka jalan bagi inisiatif yang lebih konkret dan terukur. Ia menyoroti perlunya tindak lanjut yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan lembaga multilateral agar komitmen di KTT menjelma menjadi program kerja yang nyata demi memperkuat ketahanan kawasan.
Penyampaian pidato Sugiono di Kazan menegaskan posisi Indonesia dalam upaya kolektif menghadapi tantangan global yang saling terkait. Dengan menempatkan ketahanan pangan dan energi sebagai isu sentral, Indonesia berharap kemitraan ASEAN–Rusia dapat berkembang menuju kerjasama yang memberi manfaat jangka panjang bagi stabilitas dan kesejahteraan kawasan.
